Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2010

“Rasa”

Setiap keberadaan slalu ada “rasa”
Mustahil… segala yang ada tanpa rasa
Terasingpun sedang mendulang rasa
Setelah bertemu dan berpisah menuai rasa
Ada yang mengingat dan juga melupakannya
Seperti berkaca di lautan rasa
Ada yang meluapkan rasa
Ada yang menengelamkan rasanya
Ada yang menghayutkan rasanya
Dan biarkan berlalu bersama waktu
Hingga kepenghujung perasaannya

Wahai Nahkoda pembawa rasa itu
Engkau Mengarungi lautan rasa
Terombang-ambing di samudera rasa
Tidak percuma yang kau lakukan
Demi perasaanmu yang kau inginkan
Teruntuk pelabuhan rasa yang sebenarnya
Yang sebenarnya ketenangan jiwamu

Rabu, 28 Oktober 2009

Anak manusia

Kisah seorang anak manusia
Yang membalut jiwa dan raganya
Hanyalah rindu dan cintanya
Selalu hadir di setiap harinya
Ketulusan dan keikhlasan mendorongnya
Mensucikan kalbunya
Teruntuk kekasih sejatinya
Menutup lubang kebencian
Menebarkan semerbak kedamaian
Bagi yang ditunjukinya

Jiwanya seakan selalu hidup
Bila mengenang kekasih jiwanya
Ia cahaya di atas cahaya
Memberi rahmat dan kedamaian
Hingga hatinya tak pernah sepi
Tak pernah terusik
Selain kekasihnya itu
Mengisi ruang hatinya
Takadang kebencian dan aniyaya hadir
Tuntunan hatinya hanya mengabaikannya
Hingga cahaya membalut seluruh hatinya

kakak

Ada apa dengan rasa ini
Rasa yang mengusik jiwa
Melihat dirimu yang lemah
Tak sanggup ku tahan air mata ini
Di sisa harapan yang tersisa disini
Ku berdo’a untuk mu
Ada apa dengan rasa ini
Mengusik hati ku
Melihat dirimu yang terbaring lelah
Tak sanggup ku tahan tangisku
Rasa sayangku untukmu
Separuh hatiku padamu
Hidupku untuk mu
Do’a ku bersamamu
Wahai saudariku
Ada apa dengan rasa ini
Membelenggu hatiku
Stelah melihatmu perjuangkan hidupmu
Lalu engkau terkujur kaku
Ku sadari engkau tlah pergi
Mnerima hidupmu yang sejati disana
Ku serahkan sgalanya padamu tuhan ku
Kuasamulah yang mengandung rahmat
untuknya
Engkaulah yang maha mengetahui
hakekat hidup dan berpulangnya

Nafsu

Dengan segala ketidak berdayaanku
Ketundukkan dan sujudlah bekalku
Dengan segala karuniamu
Dalam mendulang nafas ini
Dari kelahiranku dan kemusnahanku
Aku mendamba
Terkubur hanya di hadiratmu
Bersama dalam cahayamu

Jasad pemberianmu
Enghkaulah yang kuasa
Hati , fikir ,indara, ,nyawa
Kepunyaanmu
Perjalanan tubuhku
Hanyalah perjalanan tujukanmu

Perjumpaan denganmu adalah genggamanmu
Kegelisahan tak berjumpa
Berbuah tangis dan jeritan kesengsaraan
Hingga kehampaan dari selainmu
Maujud di hati dengan seizimmu
Kehendakmu terpancar ke jiwa
Kesadaran pemberianmu
Aku adalah hamba
Hingga ketundukan dan sujud
Dengan selalu mengingatmu
Adalah kesukuranku padamu



Anshari m
Bukan